Bisnis

Perbedaan Antara Pedagang dan Pengusaha

Terdapat perbedaan yang sangat fundamental antara pedagang dan pengusaha. Perbedaan diantara keduanya pada umumnya terdapat pada cara pandang bisnis dan aktivitas pengelolaan bisnis.

Berikut uraian perbedaan antara pedagang dan pengusaha.

  • Pedagang
  1. Pedagang mengelola sendiri aktivitas dan kegiatan usaha dari produksi, pemasaran hingga pengawasan usahanya.
  2. Kualitas waktu pedagang sepenuhnya difokuskan untuk memproduksi/memasarkan produknya sendiri.
  3. Aktivitas usaha pedagang difokuskan pada upaya memperoleh keuntungan (Profit) yang seluruh proses dilakukan sendiri.

Contoh pedagang: Seseorang membangun sebuah usaha furnitur, dari proses pencarian bahan baku, pembuatan furnitur, penjualan/pemasaran furnitur dilakukan oleh pemilik usaha sendiri, keuntungan bruto pun sepenuhnya milik pemilik usaha karena tidak menggunakan jasa karyawan untuk produksi, pengelolaan dan pemasaran.

  • Pengusaha
  1. Aktivitas usaha seorang pengusaha dikelola oleh sistem yang dibangun dengan tim yang terus dibangun. Tim dapat terdiri struktur pengelolaan bisnis yang terdiri dari pemilik, tim manajemen dan karyawan.
  2. Pengusaha memanfaatkan teknologi sebagai alat produksi, membangun sistem pemasaran dan membangun sistem pengawasan guna efisiensi waktu, anggaran serta tenaga.
  3. Kualitas waktu pengusaha di fokuskan pada:
    1. Peningkatan kualitas dan evaluasi tim bisnis atau membangun sumber daya manusia dalam struktur bisnis.
    2. Memperluas struktur dan sistem bisnis untuk memperluas pasar atau meningkatkan produksi, sehingga berdampak pada peningkatan profit.
    3. Membangun dan menjalin mitra serta kerjasama dengan pihak eksternal bisnis dengan tujuan memperluas kesempatan-kesempatan yang menguntungkan bagi pengembangan bisnis.
  4. Sistem yang dibangun bekerja untuk menghasilkan keuntungan. Pengusaha tidak bekerja untuk uang, namun sistem yang dibangun pengusaha, bekerja untuk menghasilkan keuntungan/profit/uang bagi pengusaha. Sehingga bagi pengusaha, sistem bisnis adalah salah satu aset utama bisnis.
  5. Pengusaha mengkonversi keuntungan menjadi aset, investasi dan peluang baru.

Contoh pengusaha: Pabrik pengelolaan makanan kaleng yang membangun sistem bisnis yang terbagi dalam tiga struktur, yakni pemilik pabrik, pengelola manajemen dan para karyawan dibidang produksi hingga pemasaran. Hasil produksi pabrik dipasarkan di toko retail.

Dimasa kini, teknologi mempermudah para pelaku bisnis yang semula menjadi pedagang dapat bertransformasi menjadi pengusaha. Teknologi internet dan berbagai fitur sosial media yang efisien bagi tenaga, waktu dan materi mempermudah produsen dan salles untuk memasarkan produk menggunakan sistem dropship dan reseller yang sistem pemasarannya menggunakan fitur-fitur teknologi internet.11 tayangan · Dikirim 16 Januari0 DukunganDirekomendasikanSemua

Fatimah Suganda

Komentar“Bagaimana Cara Memulai dan Mengembangkan Sebuah Bisnis?” (Bagian II-Habis)Fatimah Suganda

Bagian pertama artikel ini[1] telah dibahas latar belakang persoalan minimnya pengetahuan tentang bisnis dan kewirausahaan terletak pada tanggapan sistem pendidikan terhadap potensi surplus demografis angkatan usia produktif serta 6 tahapan memulai sebuah bisnis yakni:

1. Menentukan Ide Bisnis

2. Riset Pasar dan Konsumen

3. Menentukan Peran dan Sektor Bisnis

4. Membuat Rancangan Keuangan

5. Akses dan Sumber Terhadap Modal

6. Belanja Modal dan Jasa

Membangun sebuah bisnis saja belum cukup. Ketika Bisnis berhasil dibangun, maka bisnis perlu untuk dikembangkan. Berikut telah saya rangkum 5 tahapan dalam membangun sebuah bisnis:

1. Strategi Marketing

Banyak medium yang dapat digunakan untuk memasarkan barang dan jasa, khususnya di era teknologi saat ini. medium tersebut dapat diakses secara online maupun offline, berbayar atau gratis.

Instagram, Facebook, Blog, Website, Google My Business, Tokotalk, Tokopedia, Bukalapak adalah beberapa medium pemasaran online yang gratis maupun berbayar.

Media cetak masih dianggap relevan untuk dijadikan sarana pemasaran produk. Saat ini, brand-brand ternama masih menggunakan media cetak untuk memasarkan produk dan jasa. Salah satu brand produk atau jasa yang menggunakan media cetak sebagai sarana pemasaran adalah perbankan dan perumahan.

2. Sistem Pemasaran

Jika peran bisnis yang Anda geluti adalah sebagai produsen, ada beberapa sistem pemasaran, diantaranya sistem sistem pemasaran horizontal, sistem pemasaran vertikal dan sistem pemasaran ganda. Definisi ketiga sistem pemasaran tersebut adalah sebagai berikut:

· Sistem Pemasaran Vertikal

Sistem pemasaran vertikal adalah sistem pemasaran yang kegiatan pemasarannya dilakukan oleh produsen dengan membentuk struktur pemasaran yang terpadu dalam satu perusahaan.

· Sistem Pemasaran Horizontal

Sistem pemasaran Horizontal adalah sistem pemasaran yang kegiatan pemasarannya dilakukan oleh pelaku-pelaku bisnis yang mengupayakan agar produk terjual. Namun pelaku-pelaku bisnis tersebut tidak memiliki hubungan atau peran dalam memproduksi barang.

· Sistem Pemasaran Ganda

Sistem pemasaran Ganda adalah gabungan sistem pemasaran antar sistem pemasaran, yakni sistem pemasaran horizontal dan sistem pemasaran vertikal.

3. Kontrol Arus Kas

Telah saya utarakan sebelumnya bahwa rancangan keuangan sangat penting untuk mengontrol efisiensi belanja modal dan jasa. Mengontrol arus kas adalah keberlanjutan dari kerja merancang anggaran keuangan bisnis. Pencatatan nota keluar dan nota masuk dalam mengontrol arus kas bermanfaat untuk mengidentifikasi keuntungan begitu juga kerugian yang dialami oleh bisnis yang dijalankan.

Saat ini telah tersedia fitur-fitur berbasis teknologi untuk membantu pencatatan arus kas untuk mengontrol transaksi nota keluar dan nota masuk. Fitur-fitur pencatat dan pengontrol arus kas tersebut bahkan membantu sebuah bisnis membentuk sistem bisnis autopilot. Pemilik bisnis dapat mengontrol barang terjual, transaksi dan pemasukan harian, bulanan bahkan tahunan melalui fitur-fitur dan software pencatat transaksi bisnis. Fitur-fitur tersebut diantaranya yakni Pawoon – Aplikasi Kasir Online / Point of Sales Terbaik Untuk Bisnis Anda dan jurnal.id

4. Perluasan Pasar

Jika permintaan konsumen terhadap barang atau jasa yang disediakan meningkat, atau pemilik bisnis menemukan fakta riset potensi pasar disebuah wilayah baru yang potensial, maka sebuah bisnis perlu untuk melakukan perluasan pasar.

Perluasan pasar dimasa teknologi yang semakin pesat ini membuat sebuah produk mudah untuk melakukan ekspansi pasar. Namun, meski teknologi informasi berbasis online cukup efektif untuk memperluas pasar, menjajaki pasar bisnis retail masih sangat efektif.

Masyarakat masih sangat mempercayakan toko-toko retail sebagai mitra penyedia kebutuhan hidup sehari-hari. Syarat utama agar sebuah usaha dapat bekerjasama berdasarkan sistem titip jual dengan toko retail adalah

· Produsen produk sudah berbadan hukum UD, CV, PT, tbk atau minimal memiliki syarat PIRT yang terdiri dari izin produk dari BPOM, MUI dan departemen kesehatan

· Membuat perjanjian kesepakatan berupa pemasokan barang secara rutin.

5. Inovasi

Riset terhadap pasar dan konsumen tidak hanya pada tahap awal sebuah bisnis dibangun, namun riset terhadap pasar dan konsumen adalah aktifitas seumur hidup seiring dengan upaya agar bisnis terus berlanjut dan besar.

Riset terhadap pasar dan konsumen memunculkan inovasi-inovasi produk. Inovasi produk adalah hukum besi agar sebuah bisnis mampu terus eksis dan tidak tergerus oleh kondisi disrupsi.

Inovasi membawa banyak keuntungan baik bagi produsen maupun konsumen. Keuntungan inovasi bagi produsen adalah memicu efisiensi material dan pengeluaran jasa. Bagi produsen yang mampu melakukan inovasi bahkan menjadi pionir inovasi produk, tentu saja produk akan memimpin dipasaran.

Keuntungan inovasi bagi konsumen adalah kebutuhan konsumen mampu dipenuhi oleh produk yang ditawarkan. Produk yang berinovasi akan unggul jika efisien bagi konsumen dan memberi manfaat positif bagi konsumen.

Demikian beberapa langkah-langkah untuk memulai sebuah bisnis dan mengembangkan sebuah bisnis. Sebenarnya, tidak ada urutan atau model baku sebuah bisnis berjalan. Poin-poin cara memulai dan mengembangkan sebuah bisnis diatas adalah berdasarkan pengalaman empiris saya selama membangun bisnis dari awal berdiri hingga saat ini.

Apabila dari para pembaca terdapat pengalaman dan pengetahuan dengan model lain terkait cara memulai dan mengembangkan sebuah bisnis, dengan senang hati mari kita berdiskusi 🙂

Catatan Kaki

[1] Bagaimana Cara Memulai dan Mengembangkan Sebuah Bisnis? (Bagian I)


Sumber ilustrasi:
http://intopreneur.com/wp-content/uploads/2016/09/yourstory-what-is-an-entrepreneur-1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: