Bisnis

Sikap Produktif dalam Kompetisi Bisnis

Kompetisi atau persaingan adalah hal umum yang dapat dijumpai dalam berbisnis. Kompetisi produk atau brand adalah sebuah fenomena yang mudah dijumpai dalam suatu sistem pasar yang simetris atau setara, sehingga semua individu pelaku bisnis memiliki kesempatan yang sama untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya. Justru, dengan tidak ada kompetisi, pasar akan cenderung sentralistik atau monopolistik. Kompetisi selain membawa keuntungan berupa akses pasar yang simetris, juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memilih produk yang efisien dan sesuai kebutuhan.

Menciptakan pasar yang simetris bagi bagi pelaku usaha, baik bagi badan usaha milik negara maupun badan usaha milik swasta adalah kewajiban bagi pemerintah suatu negara.

Dalam sebuah kompetisi untuk menghadapi kompetitor dibutuhkan strategi agar bisnis tetap stabil dan berkelanjutan. Kompetisi yang produktif menciptakan iklim bisnis yang baik, sebaliknya jika kompetisi bisnis disikapi dengan langkah-langkah seperti kampanye hitam terhadap produk kompetitor atau nepotisme dalam sebuah proyek bisnis sistem tender, maka selain dapat mengakibatkan kerugian bagi pelaku usaha yang menjadi sasaran kampanye hitam dan kerugian bagi konsumen yang mengakses proyek hasil tender dengan nepotisme, pelaku usaha yang melakukan hal-hal kontraproduktif tersebut akan terbiasa tidak melakukan evaluasi produk/brand bahkan dapat menghadapi ancaman hukum jika terbukti melakukan hal-hal kontraproduktif yang merugikan pihak lain tersebut.

Banyak cara-cara produktif yang dapat dilakukan dalam menanggapi kompetisi bisnis, berikut langkah strategisnya:

  • Riset Pasar (Kembali).

Sebelum memulai sebuah bisnis atau akan menciptakan sebuah produk yang berorientasi nilai jual, pelaku bisnis perlu memahami kebutuhan konsumen. Begitu pula saat bisnis telah berjalan, riset pasar tidak serta merta selesai. Riset pasar secara kesinambungan dibutuhkan untuk memahami dinamika kebutuhan konsumen, karena produk atau bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan konsumen adalah bisnis yang memiliki eksistensi jangka panjang. Riset pasar bermanfaat bagi proses evaluasi produk serta layanan seperti menambah nilai (Value) lebih pada produk yang ditawarkan sebelumnya kepada pasar/konsumen serta peningkatan standar pelayanan. Dimasa kini, dengan adanya teknologi internet, riset pasar bagi pelaku usaha dapat memanfaatkan beberapa fitur-fitur produk dari google.com, salah satunya yakni My Google Business yang memudahkan interaksi antara pemilik bisnis dan konsumen. Fitur-fitur dalam My Google Business yang memudahkan pelaku usaha dalam melakukan riset pasar adalah fitur display produk, traffic jumlah kunjungan konsumen, tanggapan (review) konsumen terhadap produk atau layanan dilengkapi dengan rating yang diberikan oleh konsumen.

  • Menjadi Trendsetter.

Ada baiknya jika bisnis yang dibangun adalah bisnis yang memiliki visi-misi pelayanan produk/jasa yang bertujuan jangka panjang, bukan sekedar karena booming atau sedang viral. Sebuah bisnis yang dibangun dengan visi-misi bisnis yang kuat akan dapat bertahan dalam jangka panjang karena akan mengupayakan agar produk atau brand menjadi pencetus ide-ide baru sesuai kebutuhan konsumen bahkan memotivasi agar bisnisnya mampu menjadi trendsetter. Bisnis memiliki tantang untuk tetap mampu bertahan ditengah kondisi kompetisi sehingga pemiliki sebuah bisnis perlu berfokus pada kebutuhan konsumen karena dengan berfokus pada kebutuhan konsumen yang dinamis, bisnis akan mampu menjadi pembaharu, pencetus dan trendsetter.

  • Meningkatkan Kualitas Konten dan Strategi Pemasaran.

Tantangan dalam kompetisi bisnis adalah memperluas produk di pasaran. Dalam upaya perluasan pasar, perlu ada peningkatan kualitas konten dan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Peningkatan kualitas konten dan strategi pemasaran harus memiliki kesesuaian antara produk yang ditawarkan dan kebutuhan konsumen. Jika produk sulit untuk beradaptasi dengan pasar yang ada sebelumnya, jangan ragu untuk mencari target pasar yang lebih potensial dibandingkan pasar sebelumnya, tentu saja kualitas konten pemasaran bagi pasar yang baru harus disesuaikan dengan target dan karakteristik konsumen pasar yang baru akan dituju tersebut.

Inti dari menanggapi kompetisi adalah berfokus pada konsumen, bukan berfokus pada kompetitor. Jika pelaku bisnis hanya berfokus pada kompetitor, maka upaya inovasi produk dan layanan yang akan diberikan kepada konsumen adalah upaya replikasi produk milik kompetitor sehingga pelaku bisnis hanya menjadi follower.

Konsekuensi dari inovasi replikasi adalah jika bisnis patron tutup, maka bisnis yang menjadi replikanya akan berpotensi tutup. Sehingga secara produktif sebenarnya kompetisi adalah sebuah kondisi yang mengharuskan pelaku bisnis untuk terus menerus melakukan inovasi dan evaluasi bagi produk dan strategi marketingnya sendiri, bukan sekedar berkompetisi dengan pihak pelaku usaha lain (pesaing/kompetitor).


Sumber foto:
https://blog.casatec.com.br/wp/cursos/tecnologia-e-o-mercado-de-trabalho/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: