Pendidikan Finansial

Membangun Kebebasan Finansial di Usia Produktif

Kebebasan finansial merupakan impian bagi setiap orang. Secara spresifik, kebebasan finansial merupakan kondisi ketika seseorang bebas mengatur waktu dan produktivitas kehidupannya tanpa beban keuangan, karena seseorang yang telah bebas secara finanasial telah bebas dari persoalan sandang, pangan dan papan.

Seseorang yang bebas secara finansial bebas untuk fokus kepada pengembangan minat, bakat dan hobi misalnya bebas travelling, berkarya dan berkegiatan sosial.

Kebebasan finansial akan mudah terwujud jika direncanakan dan dibangun. Kebebasan finansial akan sulit terwujud tanpa perencanaan dan sikap disiplin dalam mengatur keuangan.

Secara ideal, membangun kebebasan finansial adalah saat usia produktif. Indonesia mengkategorikan usia produktif berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yakni warga negara yang berusia 15 hingga 65 tahun.

Membangun kebabasan finansial perlu strategi dan perencanaan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas. Terdapat beberapa cara membangun kebebasan finansial berdasarkan kebutuhan prioritas utama atau kebutuhan primer misalnya bebas dari persoalan sandang, pangan dan papan, bahkan kebebasan finansial pun membuat seseorang mampu membiayai kebutuhan sekunder seperti hobi, minat dan hiburan tanpa harus menukar waktunya dengan uang. Asik bukan?

Jika tertarik untuk membangun kebebasan finansial di usia produktif, yuk simak beberapa cara membangun kebebasan finanasial di usia produktif berikut ini:

1.Membuat perencanaan keuangan

Membuat perencanaan keuangan bermanfaat bagi stabilitas neraca pemasukan dan pengeluaran. Selain stabilitas keuangan, perencanaan keuangan bermanfaat untuk memprediksi pengeluaran atau memprediksi hasil dari sumber pendapatan yang akan diterima dimasa depan. Perencanaan keuangan juga mempermudah rencana target usia bebas finansial.

2. Membuat rekening bank auto debit untuk active income

Rekening bank auto debit mampu membantu dalam mengkatogarisasi alokasi dana dari pemasukan yang bersifat rutin.

3. Fokus pada peningkatan pendapatan daripada hanya mengurangi pengeluaran

Menciptakan sumber pendapatan baru yang dapat memenuhi kebutuhan jangka panjang dapat membantu memenuhi kebutuhan sekunder hingga kebutuhan darurat dimasa depan, sehingga ketika terjadi kondisi kebutuhan finansial yang mendadak muncul, maka tidak perlu melakukan pengetatan terhadap pengeluaran kebutuhan primer.  

4. Membangun pemasukan alternatif

Meskipun memiliki gaji tetap sebagai pegawai atau karyawan, baiknya untuk tidak mengandalkan satu pendapatan atau satu pemasukan saja, pemasukan dapat berasal dari investasi atau bisnis sampingan.

5. Melunasi pinjaman

Hutang dan bunganya yang menumpuk dapat mengakibatkan perencanaan keuangan mengalami hambatan. Alokasikan dana untuk pelunasan pinjaman menjadi salah satu prioritas awal perencanaan keuangan.

6. Cermat terhadap liabilitas dan pembayaran dengan sistem cicilan

Membeli barang yang sifatnya liabilitas dengan sistem pinjaman atau cicilan, berpotensi akan menghasilkan tanggung jawab keuangan yang kurang produktif dimasa yang akan datang. Cermat memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.

7. Mempersiapkan membangun passive income

Investasi, bisnis atau aset yang stabil dan bersifat jangka panjang seperti bisnis waralaba atau reksadana akan menjadi passive income yang mampu memenuhi kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) bahkan sekunder (hobi, minat dan bakat).

8. Cermat dan bijak menggunakan kartu kredit.

Menggunakan kartu kredit untuk membangun aset dan pembelian keperluan produktif, bukan sekedar untuk liabilitas. Menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif atau liabilitas yang tidak terkendali akan berdampak pada tagihan yang mampu mempengaruhi stabilitas perencanaan keuangan. Kartu kredit dapat menjadi solusi bagi pengeluaran yang bersifat produktif, misalnya aset-aset alat produksi untuk memulai sebuah usaha baru.

Demikian beberapa tips membangun kebebasan finansial di usia produktif, apakah anda tertarik untuk memulainya?


2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: